Showing posts with label produksi MInyak Tawy. Show all posts
Showing posts with label produksi MInyak Tawy. Show all posts

Friday, 11 March 2016

Produksi Karlos Karoba Tawy Awal Tahun 2016: 2 Ukuran dan 3 Tujuan Minyak Tawy Papua

Pada awal tahun 2016 ini menjadi awal yang menggembirakan bagi awak BANANA Leaf Cafe di Jalan Internasional Festival Danau Sentani, Khalkote dan minimarket serta toko Online PAPUAmart.com karena telah di-release produk Minyak Tawy Papua 200 ML dan 150 ML produksi Karlos Karoba Tawy.

Kedua ukuran produk ini dikemas dalam botol khusus dibuat untuk obat-obatan (bukan botol bekas) dan disediakan khusus untuk Minyak Tawy Papua.

Botol yang lebih kecil, dengan top warna kuning, berkapasitas menampung 150 - 160 ML, sementara yang lebih besar, top-nya berwarna putih mampu menampung 200 - 250 ML.

Selain dua ukuran yang berbeda, kami juga berikan tiga kode yang berbeda, yaitu kode "O", "S" dan "B":

  1. Kode "S" maksudnya diproduksi khusus untuk mengobati penyakit mematikan modern yang selama ini dipromosikan sanggup disembuhkan oleh Minyak Tawy Papua;
  2. Kode "O" bertujuan untuk diaplikasikan sebagai obat untuk penyakit ringan, seperti flu, dan terutama untuk penyakit luar tubuh, seperti untuk kulit yang kering, luka lama dan luka baru, untuk berhenti merokok, dan sebagainya.
  3. Sedangkan Kode "S" diproduksi oleh Karlos Karoba Tawy untuk kesehatan dan kebugaran, yang dapat diminum dua kali sehari, pagi sehabis bangun dan malam sebelum tidur.

Mengapa ada pengkodean "S", "O", dan "B"? 

Karlos Karoba Tawy sudah lama dikenal sebagai Dokter Minyak Tawy sejak khasiat Minyak Tawy dikenal dapat menyembuhkan penyakit. Dan telah berkali-kali diberikan kesaksian bahwa Minyak Tawy Karlos Karoba berkhasiat menyembuhkan penyakit mereka.

Ditambah lagi, sebagai orang Lani/ Walak, Karlos Karoba Tawy mengenal masing-masing jenis Tawy dan Wanggene dan apa manfaatnya. Sejak nenek-moyang sudah ditentukan oleh moyang orang Papua, terutama di pegunungan tengah manfaat dari masing-masing jenis Tawy.

Nah, berdasarkan kearifan lokal inilah, maka kami beri tiga kode produk Minyak Tawy dengan ukuran yang sama tetapi dengan kode yang berbeda,

Kebijakan BANANA Leaf Cafe

BANANA Leaf Cafe sebagai produsen Minyak Buah Merah Papua berupaya mengembangkan produksi Minyak Buah Merah menurut nilai-nilai Adat dan cerita-cerita yang sudah ada sejak turun-temurun dalam Masyarakat Adat Papua.

Cerita-cerita dimaksud memiliki makna. 

Nama-nama Buah Tawy juga berbeda-beda. Lagipula ada Tawy (Buah Pandan Merah Papua) dan ada pula Wanggene (Buah Pandan Kuning Papua), semua tidak bisa dengan serta-merta kita samakan dan satukan.



Thursday, 10 March 2016

Papua Terus Kembangkan Pengolahan Buah Merah

JAYAPURA okezone- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua terus mengembangkan pengolahan buah merah di Provinsi tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Samuel Siriwa di Jayapura, Rabu, mengatakan pengolahan buah merah terus dikembangkannya di 14 Kabupaten dan Kota.

"Pengembangan buah merah itu kita terus lakukan di 14 Kabupaten di Provinsi Papua," katanya.

Pengolahannya itu di beberapa wilayah seperti, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Tolikara, Kelilah wilayah Mamberamo Tengah, kemudian rencananya di Puncak Jaya, dan Yahukimo.

Ia mengatakan pengembangan buah merah itu terus berjalan, karena animo masyarakat terhadap khasiat buah merah begitu banyak sehingga pihaknya terus berupaya mengelolahnya dengan baik.

"Kalau pengembangan buah merah itu kita masih teruskan, pada 2014 sudah beroperasi di lima kabupaten, kemudian 2015 di 14 kabupaten dan satu Kota. Pada 2016, luas lahannya juga cukup banyak," katanya.

Bahkan, lahan buah merah pada tahun ini mencapai 245 hektare yang tersebar di 14 kabupaten kota di Provinsi Papua.

Selain pengembangan buah merah, pihaknya juga membantu dengan alat pengolahan, sehingga buah merah lebih mudah di produksi.

"Selain pengembangan buah merahnya, kita membantu untuk alat pengolahan minyak, jadi kita buatkan bangunan dan alat khusus untuk pengolahan minyak," katanya.(rai)

(rhs) Rabu,  17 Februari 2016 - 11:04 wib

Monday, 28 September 2015

Mau Sehat? Coba Buah Merah dari Papua

Johanes Randy - detikTravel - Senin, 28/09/2015 16:25 WIB

Wamena - Buah merah yang berasal dari Papua terkenal akan khasiatnya untuk menyembuhkan segala penyakit. Jika traveler pergi ke Wamena, jangan lupa beli olahan buah merah untuk oleh-oleh.

Pekan lalu detikTravel berkunjung ke Wamena bersama rombongan Mahakarya Indonesia. Pada hari terakhir sebelum pulang, rombongan sempat singgah ke salah satu tempat pengolahan dan produksi buah merah (Pandanus conoideus) yang terletak di Jl Hom Hom. Patokannya, tempat itu berada di belakang Perum Pemda Wamena.

Bagi Anda yang belum tahu, buah merah merupakan endemik khas tanah Papua. Dari bentuk, buah merah terlihat seperti buah nangka, hanya saja lebih lonjong seperti pepaya dan berwarna merah. Adapun bagian luarnya itu yang diambil dan diolah menjadi minyak.

"Buah merah itu di sini termasuk buah lokal, kalau bikin minyak diambil luarnya," ujar salah satu pengurus tempat pengolahan yang bernama Mispan pada detikTravel dan rombongan Mahakarya Indonesia, Rabu (16/9/2015)

Buah merah memang tidak hanya unik dan khas Papua, namun juga banyak dicari karena khasiatnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Istilahnya, buah merah bisa disebut sebagai makanan super yang punya banyak manfaat baik bagi tubuh.

Cukup dengan mengkonsumsi olahan buah merah dalam bentuk minyak setiap hari, baik bagi kesehatan dan dapat menyembuhkan penyakit ringan hingga kronis. Sudah banyak orang yang mengaku sembuh penyakitnya setelah makan buah merah secara teratur.

"Khasiat buah merah ada banyak, bisa menyembuhkan kanker stadium awal, asam urat, hepatitis, rematik, maag, sampai sakit mata," ujar Mispan sambil membacakan kertas yang mengupas khasiat buah merah.

Tapi untuk menyembuhkan penyakit tertentu, takaran minyak obat merah yang harus dikonsumsi sehari-harinya bisa berbeda. Misalnya saja takaran untuk menyembuhkan penyakit kanker, tentu berbeda dengan diabetes.

Ada juga pantangan berbeda yang harus diperhatikan oleh pengguna. Misalnya jangan mengkonsumsi minuman beralkohol dan soft drink saat meminum buah merah, atau jangan memakan makanan berlemak bagi penderita kanker dan lainnya.

Selain fakta menarik soal buah merah, tempat produksi buah merah tempat Mispan bekerja juga punya jaminan mutu. Buah merah yang diolahnya didatangkan dari daerah penghasil buah merah terbaik se-Papua, belum lagi metode pengolahannya yang rapi dan bersih.

"Buah merah yang diolah di sini diambil dari daerah Bogondini sama Kelila. Buah merah di sana lebih besar ketimbang di sini, karena di sana dingin. Kualitasnya juga lebih baik," cerita Mispan.

Untuk pengolahannya, buah merah dipresto hingga disuling dan dikemas ke dalam botol secara khusus. Alat-alatnya juga tergolong profesional layaknya di pabrik skala kecil, khususnya apabila dibandingkan dengan olahan lokal yang lebih tradisional.

Untuk harganya, minyak obat merah dikemas dalam botol berukuran kecil hingga besar. Harganya bervariasi dari Rp 50 ribu hingga Rp 275 ribu. Lalu dijual juga sarang semut celup yang bisa direbus dan punya banyak manfaat.

Jika kebetulan sedang liburan ke Wamena di Papua, mungkin bisa membeli minyak buah merah untuk dikonsumsi sendiri atau diberikan oleh-oleh bagi teman atau keluarga di rumah yang sedang sakit. Mungkin saja traveler bisa mencarinya di luar Papua, namun harganya tentu lebih mahal.

(rdy/)