Friday, 26 August 2011

Sari Buah Merah Papua untuk Kesehatan dan Kesembuhan Umat Manusia di dunia

Item Name Minyak Buah Merah
Price $88.88
Description Minyak Buah Merah dinyatakan sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit modern yang mematikan, yang selama ini ditakuti manusia.
Available Stock 100 liter
Misc

Nenek moyang orang Papua tidak pernah secara terbuka memberitahu alasan mereka membawa bibit dan memelihara "Tawy" (buah merah) sampai seorang dosen dari Universitas Cenderawasih menemukan manfaatnya dari keingin-tahuan dia sebagai seorang akademisi dengan cara melihat fakta kehidupan orang Wamena dengan fakta makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Ia katakan, "Mengapa orang Wamena yang hidupnya di pedalaman, dari sisi gizi sangat minim mengkonsumsi lauk dan sayur-mayur, berpakaianpun hampir keseluruhan tubuh tidak dibungkus kain, tetapi hidup mereka sehat dan bugar?" Seperti semua akademisi di seluruh dunia, beliau selanjutnya melakukan penelitian dengan pertanyaan, "Apa yang berbeda, yang dikonsumsi orang-orang Wamena ini?"

Jawaban yang ia temukan sendiri ialah "Buah Merah"

Ternyata buah merah menjadi obyek penelitiannya. Dan ternyata benar, ia mengandung banyak sekali unsur di dalamnya yang sanggup, kalau tidak menyembuhkan, mengendalikan keganasan penyakit seperti HIV/AIDs, tumor, kanker, dan sebagainya.

Kini kami Masyarakat Adat Koteka dari Lembah Baliem dan sekitarnya, hadir ke hadapan dunia dengan maksud membawa kesembuhan dan kesehatan bagi umat Manusia. Anda mau sembuh? Mau sehat? Itu pilihan sadar kita masing-masing. Kami hanya lakukan kewajiban kami sebagai pemilik hak-ulayat dan pemilik tanaman ini, Anda yang berhak atas hidup Anda. Silahkan kita memilih jalan kita masing-masing. Amin.

Thursday, 10 December 2009

Sari Buah Merah Potensial Hambat Pertumbuhan Sel Kanker Payudara dan Rahim

Yogya, KU, UGM.AC.ID

Kaum wanita kini tidak perlu khawatir dengan penyakit kanker payudara dan kanker leher rahim. Apa pasal? Ternyata, buah merah dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan rahim. Dalam tiga tahun terakhir, potensi buah merah untuk mengobati penyakit kanker dan tumor telah diteliti oleh Prof. Sukarti Moeljopawiro, Ph.D., dosen Fakultas Biologi UGM.
Prof. Sukarti Moeljopawiro, Ph.D.,

Buah dari tumbuhan endemik di Papua ini telah digunakan untuk makanan, pewarna alami, kerajinan, kelengkapan upacara adat, pengawet daging dan sagu, serta obat oleh penduduk di wilayah tersebut. Dalam penelitian Sukarti, struktur kimia senyawa bioaktif dalam fraksi potensial terhadap sel kanker payudara dan rahim.

“Sari buah merah dapat membunuh 50 persen sel kanker payudara, sel kanker leher rahim, sel kanker usus besar,” kata Sukarti kepada wartawan di sela-sela acara Seminar Nasional Biologi yang digelar dalam rangka purnatugas dirinya sebagai staf pengajar Fakultas Biologi UGM, Kamis (10/12), di Ruang Sidang Pimpinan KPTU fakultas setempat.

Dikatakan oleh wanita kelahiran Yogyakarta, 17 November 1945 ini, sitotiksitas ekstrak buah merah terhadap sel kanker pada masing-masing verietas berbeda. Disebutkan Sukarti, varietas lokal, Yanggiru (buah merah kuning) tidak memiliki senyawa toksik atau aktivitas antikanker terhadap sel kanker payudara dan leher rahim. Sementara ekstrak paling toksik terhadap sel kanker payudara dan leher rahim adalah ekstrak klorofor, varietas lokal Maler dan ekstrak methanol varietas lokal Barugum. “Kandungan golongan senyawa toksik terhadap sel kanker payudara dan leher rahim adalah terpen. Terdapat 25 senyawa yang didominasi 9-octadecenoic acid sebanyak 45 persen dan hexadecanoid acid sekitar 14,7 persen,” ujar lulusan Program Doktor Universitas Missouri Columbia, Amerika, tahun 1985 ini.

Sukarti juga menjelaskan kemampuan buah merah menghambat pertumbuhan sel kanker payudara disebabkan sari buah ini tidak memiliki efek terhadap siklus sel dan menginduksi aposotosis dengan jalan mengaktofkan enzim caspase-3.

Salah satu peneliti dan pengusaha buah merah, Drs. I Made Budi, M.Si., mengatakan buah merah hidup di paparan sahul di daerah Maluku Utara, Papua, Papua Nugini, dan Kepulauan Pasifik. Buah merah dengan kualitas terbaik terdapat di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut. “Buah ini bisa tumbuh mengalami anomali saat ditanam di tempat lain,” kata Ketua Jurusan Biologi Universitas Cenderawasih, Papua, ini.

Pemanfaatan buah merah oleh masyarakat Papua sudah dilakukan sejak lama. Selama delapan tahun terakhir, dirinya telah meneliti dan mengenalkan buah merah sebagai obat berbagai macam penyakit dengan cara dibuat kapsul dari ekstraknya. Produk ini berkhasiat menyembuhkan asam urat dan meningkatkan daya tahan tubuh. “Hasil ekstrak hanya mendapat 15 persen dari sari buah merah. Sisanya berupa ampas. Saat ini pasokan buah merah dari produk kita ambil dari daerah pegunungan di Wamena. Delapan tahun masih survive,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Diunggah : Kamis, 10 Desember 2009 — Gusti